Keindahan Tersembunyi di Pulau Moyo Sumbawa
Pulau Moyo adalah salah satu pulau yang berada di sebelah utara pulau Sumbawa. Bagi saya Pulau Moyo terdengar sangat asing, namun bagi beberapa orang dan pesohor luar negeri seperti Putri Diana, David Beckham, van der Sar, Sharapova dan beberapa tokoh lainnya Pulau Moyo adalah salah satu pulau yang sudah mereka singgahi.
Mengapa pulau Moyo sampai terdengar di telinga para tokoh dunia tsb? Menurut sebagian warga, pulau Moyo mulai dikenal karena adanya sebuah resort amanwana yang dibuka sekitar tahun 1993 dan mungkin karena promosi pihak amanwana hingga sampai ke telinga Putri Diana sehingga mengadakan bulan madu di resort amanwana pulau moyo. Sejak saat itulah pulau Moyo mulai dikenal di kalangan tokoh dunia hingga saat ini. Hingga saat ini amanwana adalah satu-satunya hotel dan resort yang ada di pulau tsb, dari beberapa info yang beredar diperlukan minimal enam juta rupiah per malam untuk menginap di amanwana.
Untuk mencapai pulau Moyo bisa dimulai dari mataram (lombok) menuju sumbawa menggunakan pesawat atau travel. Jika menggunakan pesawat hanya membutuhkan waktu sekitar 40 menit, dan hanya ada 2 maskapai yaitu Transnusa dan Merpati dengan jadwal yang tidak tiap hari. Jika menggunakan travel membutuhkan waktu kurang lebih 6 jam dengan durasi 2 jam dari mataram menuju pelabuhan kayangan (lombok), 2 jam di kapal dari pelabuhan kayangan ke pelabuhan poto tano (sumbawa) dan 2 jam dari pelabuhan poto tano ke kota sumbawa.
Selanjutnya dari kota sumbawa bisa menyeberang ke pulau Moyo menggunakan kapal nelayan atau speed boat. Jika menggunakan kapal nelayan membutuhkan waktu kurang lebih 2-3 jam, namun jika menggunakan speed boat hanya butuh 1-1,5 jam. Tapi jadwal penyeberangan dari sumbawa ke pulau Moyo tidak menentu, jika beruntung ada kapal yang berangkat tarifnya cuma lima belas ribu rupiah saja. Namun jika tidak beruntung terpaksa harus sewa kapal atau ikut dengan paket wisata yang disediakan oleh beberapa hotel atau resort yang ada di sumbawa, yang pasti harganya lebih mahal.
Jika menggunakan kapal sewa atau ikut paket wisata, kita bisa melakukan snorkeling atau diving di beberapa spot di sekitar pulau Moyo. Ada beberapa spot yang bagus untuk snorkeling atau diving, misalnya takat segele (gundukan kerikil karang), tanjung pasir, ai manis, poto jarum, tanjung menangis dan masih banyak lagi. Khusus untuk takat segele adalah seperti pulau kecil seluas kurang lebih 30 meter persegi yang berada 300 meter dari pelabuhan labuan aji pulau Moyo.
Di takat segele kita bisa berdiri dan berfoto layaknya di sebuah pulau pribadi dengan background laut yang jernih dan dikelilingi oleh laut dengan ikan dan terumbu karangnya yang cocok untuk snorkeling dan diving. Setelah puas bermain di sekeliling takat segele, jangan lupa untuk untuk sandar dan mampir ke desa labuan aji yang ada di depan takat segele untuk menikmati pemandangan pulau moyo di daratan.
Begitu tiba di desa labuan aji, jangan kaget jika didatangi oleh orang yang mengaku dari desa setempat untuk meminta retribusi memasuki kawasan desa mereka. Pas saya dan teman-teman ke sana, kami ditemui oleh petugas dari desa yaitu mas Salahudin dan meminta 25ribu rupiah per orang. Awalnya saya sedikit kurang percaya, tapi akhirnya setelah mendengar dari penduduk sekitar memang mas Salahudin adalah petugas desa. Dan memang uang tsb digunakan untuk keperluan desa.
Ga perlu berlama-lama langsung aja tanya pada mas Salahudin di mana lokasi air terjun Mata Jitu yang terkenal itu, dan langsung aja minta tolong sekalian dicarikan ojek sekaligus guide menuju lokasi air terjun tsb. Untuk turis lokal biasanya dikenakan ongkos 60 ribu rupiah per orang, sedangkan untuk turis asing dikenakan ongkos 80 ribu rupiah per orang. Sebenarnya ada satu lagi air terjun namanya Diwu Mbai yang lebih dekat, namun menurut saya ga bagus.
Langsung saja ga perlu berlama-lama meluncurlah ke air terjun Mata Jitu, dan jangan kaget jika jalan menuju lokasi sangatlah berat (ga beda jauh sama medan off road). Tapi begitu sampai di lokasi air terjun rasanya terbayar sudah dengan pemandangan yang menawan, air yang mengalir dengan warna biru kehijauan dan hutan yang masih alami. Dan rasanya betah berlama-lama di sekitar air terjun tsb.
Dan menurut saya, air terjun Mata Jitu adalah obyek yang paling menarik di pulau Moyo. Karena saya baru kali itu menemukan air terjun yang warna airnya biru kehijauan dan dikelilingi oleh hutan yang masih alami. Dengan kondisi yang masih terjaga seperti itu, rasanya sangat pantas untuk menjadikan air terjun Mata Jitu sebagai tujuan utama wisata di Sumbawa.
Ingat jangan terlalu sore berada di lokasi Mata Jitu, karena dari dan ke situ tidak ada penerangan karena masih hutan belantara. Jadi sebelum gelap harus sudah kembali ke desa labuan aji lagi. Di desa labuan aji saya dan teman-teman waktu itu menginap di rumah penduduk, namanya pak Syam. Saya dan teman-teman mencoba untuk melihat dari dekat bagaimana kehidupan penduduk sekitar yang mayoritas berprofesi sebagai petani.
Sambil menunggu malam, kami sempatkan untuk jalan-jalan di sekitar desa sampai maghrib dengan menikmati pemandangan sekitar desa. Mulai dari hutan hingga dermaga yang setiap sore selalu didatangi beberapa warga untuk menyaksikan terbenamnya matahari sambil bercengkrama bersama warga yang lain.
Kehidupan di desa tsb menurut saya sangat terpencil, listrik hanya nyala selama 12 jam (jam 6 sore s/d 6 pagi), sekolah hanya ada SD sampai SMP saja, puskesmas cuma ada bidan dan perawat. Jadi jika anak-anak yang mau sekolah lebih tinggi harus tinggal di kota sumbawa, begitu pula jika warga membutuhkan dokter maka harus ke sumbawa yang akses transportasinya tidak menentu. Namun untunglah jika ada kondisi darurat pihak amanwana memberikan bantuan akses kapal ke sumbawa.
Setelah puas dengan pemandangan alam pulau Moyo, maka saya dan teman-teman kembali ke sumbawa dengan menumpang kapal nelayan yang disewa oleh amanwana untuk membawa kebutuhan logistiknya ke sumbawa, karena pada saat itu tidak ada kapal yang berlayar ke sumbawa.
Setelah sampai di sumbawa dan pulang ke menuju mataram (lombok), jangan lupa untuk mampir ke pulau Kenawa yang lokasinya ada di sebelah pelabuhan Poto Tano (Sumbawa). Dan nikmatilah pemandangan pulau kecil dengan bukit yang ditumbuhi ilalang berwarna kecoklatan karena panasnya matahari.
26/03/2013 at 9:37 pm Comments (4)



































